Sementara itu, mantan Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok memperingatkan bahwa konflik bersenjata yang memburuk dapat memicu perang saudara besar-besaran. “Ini akan menjadi ‘mimpi buruk bagi dunia’, Tuhan membenci jika Sudan mencapai titik perang saudara,” kata Hamdok, dalam sebuah acara di Nairobi, Kenya. Ia menilai bahwa perang saudara di Suriah, Yaman dan Libya hanya akan menjadi ‘permainan kecil’ jika dibandingkan dengan apa yang dirinya khawatirkan akan pecah di Sudan.
Dengan situasi yang semakin memburuk, upaya internasional untuk mengatasi krisis ini menjadi semakin penting. PBB akan terus memantau situasi di Sudan dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk membantu mengakhiri kekerasan dan mempercepat proses perdamaian.










