Orang cenderung menginginkan makanan yang tidak sehat ketika mereka sedang stres. Emosi negatif telah terbukti meningkatkan konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, sementara emosi positif terkait dengan pilihan yang lebih sehat seperti buah kering. Stress eating dapat menyebabkan kecanduan dan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diabetes, obesitas, dan sindrom usus bocor, yang terjadi ketika molekul makanan yang tidak tercerna masuk ke dalam aliran darah dan memicu respons kekebalan tubuh.
Untuk mengatasi stress eating, seseorang harus belajar mengelola stres melalui mekanisme koping positif seperti olahraga, meditasi, dan dukungan sosial. Hal penting lainnya adalah untuk mengembangkan hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan makan secara sadar, fokus pada memberi nutrisi pada tubuh daripada mencari kenyamanan sementara. Mencari bantuan dari profesional kesehatan mental juga dapat bermanfaat untuk mengelola stres dan emotional eating.
We’ll get through this!

















