Uni Eropa telah berada di garis depan dalam mengatasi masalah ini dengan menyerukan regulasi dan etika yang lebih ketat dalam penggunaan alat AI untuk kepentingan umum, termasuk Google Bard.
Meskipun Bard belum mendukung Bahasa Indonesia dalam tahap uji coba, pengguna di Indonesia sudah dapat mencoba chatbot ini dalam bahasa Inggris. Pengguna dapat mengakses Bard melalui situs bard.google.com dan mengajukan pertanyaan atau memberikan perintah untuk memulai percakapan.
Dengan fitur-fitur yang ditawarkan, seperti mengedit perintah atau pertanyaan, serta kemampuan untuk mengekspor jawaban ke Docs atau Gmail, Bard menjadi alternatif menarik sebagai pesaing ChatGPT.
Begitu banyak yang masih terungkap mengenai alasan di balik absennya Google Bard di Uni Eropa dan Kanada. Apakah aturan privasi dan potensi penyalahgunaan AI benar-benar menjadi faktor utama? Mungkin waktu akan memberikan jawabannya saat kita terus menyaksikan perkembangan dalam dunia AI.











