Lebih lanjut, Jokowi menekankan bahwa lebih dari 270 juta penduduk Indonesia harus merasakan kesejahteraan, dan negara tersebut harus menjadi pusat perdamaian, demokrasi, dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak mengisolasi diri, melainkan membuka peluang untuk meningkatkan kerjasama yang seimbang dan menghasilkan manfaat bersama.
“Saya berharap negara-negara G7 dapat menjadi mitra dalam mengembangkan industri yang lebih maju, dan saatnya bagi kita untuk membentuk sebuah OPEC untuk produk-produk seperti nikel dan sawit,” ucapnya dengan keyakinan.
Selain itu, Jokowi menyoroti peran penting G7 dalam menciptakan kolaborasi konkret yang setara. Ia menekankan bahwa saat ini bukanlah waktu bagi polarisasi yang memecah belah, melainkan saatnya bagi kolaborasi yang menyatukan.
Sebelum menghadiri sesi mitra kerja G7, Jokowi menjalankan serangkaian pertemuan bilateral dengan beberapa negara, termasuk Jepang, Inggris, Kanada, Brazil, dan Kepulauan Cook. Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, Jokowi membahas peningkatan kemitraan, kesepakatan perdagangan, investasi, dan dukungan terkait isu-isu regional seperti Myanmar.

















