“Saat ini, cuaca di Babel masih ekstrem karena curah hujan yang tinggi. Biasanya, bulan Mei dan Juni sudah masuk musim kemarau, tetapi kita masih mengalami hujan,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan bahwa fenomena El Nino menyebabkan cuaca kering karena suhu permukaan laut di atas kondisi normal di Samudera Pasifik tengah.
“Oleh karena itu, selama fenomena El Nino, dua bencana dapat terjadi, yaitu kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Dia berharap upaya dan persiapan yang terencana dengan baik dapat meminimalisir berbagai dampak bencana, termasuk angin kencang, hujan es, dan kekeringan di provinsi kepulauan ini.
“Saat ini, Pangkalpinang, Bangka, dan Belitung berisiko mengalami puting beliung. Namun, kami mengimbau seluruh penduduk tetap waspada karena bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja,” katanya.

















