“Meskipun proyek-proyek jasa ini tidak memiliki nilai kontrak sebesar proyek EPC, tetapi kontribusinya cukup membantu keuangan Rekind saat ini. Proyek jasa mampu menghasilkan aliran kas yang lebih cepat dan juga memberikan kesempatan bagi banyak tenaga insinyur. Setelah proses restrukturisasi selesai, Rekind, sebagai satu-satunya perusahaan EPC Merah Putih di bidang perancangan dan pembangunan industri proses dan energi, akan fokus pada proyek-proyek EPC dengan transformasi dan model bisnis baru,” jelas Triyani Utaminingsih di tempat terpisah.
Menurut Yani, sapaan akrabnya, sejak tahun 2021, selain melanjutkan dan menyelesaikan enam proyek EPC yang sedang berjalan, Rekind juga telah memulai lima proyek rekayasa dan PMC, begitu juga pada tahun 2022. Bahkan pada kuartal I tahun 2023, Rekind berhasil memperoleh enam proyek jasa baru.
“Semua ini merupakan hasil dari kerja keras kita yang patut disyukuri dan dibanggakan, terutama sebagai upaya meningkatkan kehadiran Rekind dan membangun kepercayaan para pemangku kepentingan. Di sisi lain, langkah ini juga diyakini dapat meningkatkan kepercayaan seluruh karyawan Rekind untuk bekerja dengan lebih maksimal,” tegas Yani dengan penuh keyakinan.

















