“Intinya, walaupun kita merasa keyakinan kita yang paling benar, kita harus senantiasa berupaya memberikan yang terbaik bagi sesama di sekitar kita. Sikap ini harus terus dikembangkan agar toleransi antar umat beragama di Kepulauan Babel semakin kuat,” tegasnya.
Suganda juga berkeinginan untuk menyelenggarakan pertemuan dengan seluruh tokoh agama di Kepulauan Babel untuk menyatukan persepsi dan mencegah terprovokasinya masyarakat Negeri Serumpun Sebalai serta terpaparnya paham radikalisme.
“Kedepannya, saya berharap bisa duduk bersama dengan seluruh tokoh agama, termasuk Islam, Kristen Katolik dan Protestan, Hindu, Buddha, serta Konghucu, untuk menyatukan persepsi guna menjaga Kepulauan Babel dari pengaruh dan provokasi paham radikal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Suganda menjelaskan bahwa jika terjalin satu persepsi yang sama di antara semua agama, kedamaian akan tercipta, mengingat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini adalah milik bersama.
Dia menambahkan bahwa semua orang dapat hidup bersama dengan saling mengasihi dan mencintai satu sama lain.

















