“Dengan langkah berani ini, PLN tengah memimpin pengembangan jaringan smart grid di Indonesia. Dari studi ini, kita berharap PLN dapat segera mengadopsi teknologi smart grid secara optimal untuk menghadapi perubahan dinamis beban listrik dari berbagai sumber EBT,” ucap Darmawan dengan semangat.
Darmawan juga menyoroti pentingnya pengembangan teknologi HVDC yang mampu menghubungkan beragam sumber energi terbarukan yang tersebar jauh dari pusat permintaan listrik. PLN menetapkan target untuk mengembangkan teknologi ini sehingga berbagai sumber EBT dari pulau-pulau yang berbeda dapat terhubung secara stabil dengan tingkat kerugian daya yang minimal.
“Pengembangan teknologi HVDC merupakan kunci utama dalam transisi energi di Indonesia. Potensi energi terbarukan yang tersebar di banyak tempat membutuhkan solusi ini. Dengan teknologi HVDC, kendala tersebut dapat diatasi,” ungkap Darmawan dengan penuh keyakinan.
Proyek Smart Grid dan High Voltage Direct Current di Zhangbei menawarkan keajaiban yang memukau. Terdapat pembangkit angin dengan kapasitas 450 megawatt (MW), panel surya dengan kapasitas 100 MW, dan dilengkapi dengan sistem penyimpanan baterai sebesar 20 MW yang terdiri dari berbagai jenis baterai seperti Lithium, Flow, Sodium-Sulphur, Lead-Acid, Supercapacitor, dan Compression of Liquid air. Dengan total kapasitas mencapai 2×3.000 dan 2×1.500 MW, proyek ini membawa harapan baru bagi masa depan energi hijau Indonesia.
















