Sebelumnya, melalui pengumuman resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BFI Finance menginformasikan bahwa pada tanggal 21 Mei 2023, perusahaan mengalami serangan siber. Sebagai langkah antisipasi, perusahaan memutuskan untuk sementara mematikan beberapa sistem utama. Hal ini menyebabkan gangguan dalam pelayanan kepada konsumen serta sebagian kegiatan operasional. Namun, Sudjono menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada indikasi adanya kebocoran data nasabah.
BFI Finance terus berjuang mengatasi serangan siber ini dengan tekad yang kuat. Dalam menghadapi tantangan tersebut, perusahaan tidak hanya memulihkan layanan mereka, tetapi juga memastikan keamanan data nasabah menjadi prioritas utama. Dengan langkah-langkah unik yang diambil, BFI Finance menunjukkan ketangguhan dan komitmen mereka dalam menjaga kepercayaan nasabah.












