“Wanita-wanita luar biasa ini berasal dari beragam bidang, mulai dari kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan, budaya, pertanian, pengajaran agama, hingga perusahaan yang mementingkan kesetaraan gender,” ujar Asyraf.
Asyraf menjelaskan bahwa pemberian penghargaan ini tidak dilakukan secara sembarangan. Sebagai contoh, penghargaan diberikan kepada polwan yang memiliki potensi untuk menangani laporan masyarakat terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.
“Demikian pula dengan para pengajar agama, karena jika kita melihat sejarahnya, terungkap bahwa Kartini juga merupakan sosok yang beragama dan memiliki potensi dalam partisipasi perempuan,” ungkapnya.
Ia berharap bahwa momentum peringatan Hari Kartini ini akan semakin mendorong terciptanya kesetaraan antara wanita dan pria di era modern, terutama dalam bidang pendidikan.
“Kami terus mendorong wanita-wanita untuk meraih prestasi dan mengambil teladan dari R.A Kartini dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan di era digital ini,” tandasnya.

















