Melalui SLCN, BMKG berharap nelayan dapat lebih efektif dalam menangkap ikan dengan memanfaatkan informasi cuaca yang diperoleh. Tujuan utamanya adalah agar nelayan tidak hanya mencari ikan secara asal, tetapi dapat menentukan lokasi yang tepat berdasarkan informasi cuaca seperti arus dan gelombang.
Hartanto juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca di laut tidak dapat diprediksi dengan pasti. “Meskipun cuaca terlihat cerah di darat, situasinya bisa berubah dengan cepat di laut,” katanya.
Sebagai solusi, BMKG telah menyediakan data dan informasi prakiraan cuaca yang dapat diakses oleh para nelayan. Namun, penting bagi nelayan untuk dapat membaca dan memahami informasi yang disampaikan oleh BMKG agar dapat mengambil langkah yang tepat.
“Informasi dari BMKG tidak akan bermanfaat jika nelayan tidak mampu memahaminya. Inilah mengapa SLCN memiliki peran penting,” jelas Hartanto.
Hartanto juga mengimbau agar nelayan tidak memaksakan diri turun ke laut saat kondisi cuaca tidak mendukung. Nelayan harus dapat mengidentifikasi kondisi cuaca yang berbahaya dan menahan diri untuk tidak melaut. Namun, jika cuaca membaik, mereka harus dapat memanfaatkannya sebaik mungkin untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan mereka.

















