“Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah dalam hal pemasaran karena pasir yang kami gali hanya cocok untuk reklamasi lahan dan tidak bisa digunakan dalam konstruksi karena kadar garam yang tinggi,” jelas Leo.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemilik tongkang telah beralih ke aktivitas batubara dan nikel, sehingga menghadirkan beberapa kesulitan dalam operasional perusahaan.
“Pemilik tongkang lebih memilih mengangkut batubara dan nikel karena tarif pengangkutan yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan mengangkut material pasir,” tambahnya.
Dengan dukungan PT MBR terhadap pemanfaatan sedimen laut, diharapkan pertumbuhan ekonomi lokal dapat terus meningkat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

















