Namun, terdapat tantangan dalam pelaksanaan proyek ini karena lokasinya berada di wilayah kepulauan. Oleh karena itu, Bupati Sahani menjelaskan bahwa mobilisasi material dan peralatan dilakukan menggunakan kapal ro-ro (roll off roll on) milik ASDP.
“Kami telah berkoordinasi dengan ASDP mengenai hal ini dan akan menggunakan kapal ro-ro dengan skema sewa. Hal ini akan meningkatkan efisiensi dan harga bisa dinegosiasikan,” jelasnya.
Bupati Sahani berharap semua pihak dapat saling mendukung dan bekerja sama dalam mewujudkan pengaspalan ruas jalan ini.
“Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari upaya memajukan Selat Nasik. Sebelumnya, kami telah membangun infrastruktur dasar seperti pelabuhan, listrik, dan air bersih. Sekarang fokus kami adalah pembangunan jalan dan selanjutnya infrastruktur kesehatan,” tambahnya.

















