Seribu mahasiswa yang akan mengikuti KKN Emas ini akan ditempatkan di lima kabupaten dan 83 desa di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Barat, Belitung, dan Belitung Timur. Mereka akan melakukan penelitian terhadap permasalahan lingkungan dan perekonomian di Babel, seperti sektor tambang dan pengelolaan sampah. Selain itu, posko-posko akan didirikan oleh para mahasiswa untuk mengumpulkan sampah dan mendaur ulangnya.
Fadillah Sabri menambahkan, “Kami akan bekerjasama dengan BPDAS dan Babel Hijau dalam menyukseskan KKN Emas ini, karena dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini sangat besar dalam meningkatkan potensi pariwisata dan perekonomian masyarakat Babel.”
















