Pangkalpinang, babelgraphic.com – Pemerintah Indonesia terus mendorong Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memperluas pemanfaatan FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Langkah ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi sektor energi dan pengembangan sumber daya terbarukan (Dikutip dari ANTARABABEL, Jumat (16/06/2023)).
FABA adalah hasil sampingan dari pembakaran batu bara di PLTU. Biasanya, FABA dianggap sebagai limbah dan diabaikan. Namun, pemerintah melihat potensi besar dalam pemanfaatan FABA sebagai bahan baku konstruksi yang ramah lingkungan.
Dalam upaya ini, PLN sedang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk mengembangkan teknologi dan metode yang efektif dalam memanfaatkan FABA.
Pemanfaatan FABA dari PLTU memiliki beberapa keuntungan. Pertama, penggunaan FABA sebagai bahan baku dalam konstruksi dapat mengurangi ketergantungan pada bahan impor dan menghemat sumber daya alam dalam negeri. Selain itu, FABA juga memiliki sifat yang kuat dan tahan lama, sehingga cocok untuk aplikasi dalam proyek-proyek infrastruktur.

















