Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, menyatakan dalam pernyataan tertulis bahwa China berkomitmen untuk bekerja sama dengan delegasi OKI guna mencari solusi damai dan mengakhiri kekerasan di Gaza.
Indonesia, sebagai salah satu negara yang diberi mandat oleh OKI untuk memulai tindakan atas nama organisasi tersebut, memiliki peran sentral dalam upaya mencapai perdamaian. Mandat ini diberikan berdasarkan resolusi Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI di Riyadh pada 11 November 2023.
Presiden Joko Widodo bersama para pemimpin OKI lainnya mengecam kekejian Israel di Gaza dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan. Resolusi tersebut juga menyoroti pentingnya mematuhi hukum internasional dan mengecam pemindahan paksa warga Palestina, yang dianggap sebagai kejahatan perang.
OKI telah memberikan mandat kepada sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Yordania, Indonesia, Mesir, Qatar, Turki, dan Nigeria, untuk membantu proses politik menuju perdamaian antara Israel dan Palestina. Delegasi saat ini berkumpul di Beijing untuk menjalankan mandat tersebut dengan fokus pada diplomasi dan dialog konstruktif.















