Suganda juga menyoroti fakta bahwa meskipun Kepulauan Bangka Belitung merupakan produsen timah terbesar kedua di dunia, indeks pembangunan di wilayah tersebut masih rendah, dan tingkat stunting juga cukup tinggi. Hal ini perlu ditekan.
“Angka stunting yang tinggi ini disebabkan oleh banyaknya anak yang putus sekolah. Mereka berpikir bahwa dengan menambang timah, mereka bisa mencari uang dan menikah di usia anak. Situasi ini berdampak buruk pada kondisi stunting,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan strategis dengan menetapkan timah sebagai mineral strategis yang dapat memberikan keuntungan bagi negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung.
“Penetapan timah sebagai mineral strategis merupakan langkah untuk memperkuat kendali negara atau pemerintah dalam pengelolaannya, untuk kepentingan nasional dan wilayah yang lebih luas di masa depan,” katanya.

















