“Tahun-tahun sebelumnya kondusif, ya minimal kita harus menjaga situasinya. Untuk ASN, TNI, dan Polri harus netral tentunya pada pelaksanaan pemilu ini,” tambahnya.
Dalam rangka menyambut Nataru, Pemkot Pangkalpinang mengambil langkah-langkah antisipatif, termasuk pengamanan, ketertiban, dan ketersediaan stok kebutuhan pokok. Langkah ini diambil untuk mencegah kenaikan angka inflasi akibat kenaikan permintaan selama libur panjang.
Antisipasi arus mudik dan pengelolaan keramaian pada malam pergantian tahun juga menjadi fokus persiapan. Selain itu, pemerintah setempat juga mengantisipasi cuaca yang cenderung tidak menentu karena memasuki musim penghujan.
Dalam konteks Pemilu 2024, Lusje menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan kampanye dan pemungutan suara harus dijamin. Penggunaan fasilitas pemerintah, rumah ibadah, dan tempat pendidikan untuk kegiatan kampanye juga perlu diawasi dan diatur secara cermat.
“Untuk menyambut pelaksanaan pemilu yang kampanye dimulai 28 November nanti sampai 10 Februari 2024, memastikan keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan kampanye dan pelaksanaan pemungutan suara,” paparnya.

















