Lusje juga menyoroti masalah penyebaran berita palsu atau hoax. Dia meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan selalu melakukan saring sebelum menyebarkan informasi agar berita hoax tidak menyebar dengan cepat.
“Terkait hoax, kita serahkan ke kepolisian. Kewenangan ada di mereka. Kalau seandainya ada laporan, pihak kepolisian sudah ada datanya karena mereka punya tim cyber. Saya sudah koordinasikan tadi dengan pihak kepolisian untuk hoax itu,” tegasnya.
Forkopimda telah mempersiapkan segala hal, baik dari sisi personel maupun kewenangan, untuk menghadapi tantangan menjelang Nataru dan Pemilu 2024. Rapat ini menjadi forum penting dalam memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan kota Pangkalpinang.

















