“Parpol yang tidak memiliki kepentingan mungkin tidak tertarik dengan hasil Musra atau survei. Mereka memiliki data yang dikumpulkan melalui mesin politik mereka. Mereka lebih percaya pada data yang dikumpulkan melalui mesin politik mereka. Parpol pasti sudah mengetahui siapa aktor intelektual di balik rekomendasi Musra atau lembaga survei yang merekomendasikan calon tersebut. Oleh karena itu, parpol yang tidak memiliki kepentingan mungkin tidak akan mempertimbangkan hasil Musra,” ungkap Anang.
Jika parpol atau koalisi parpol gegabah memilih calon presiden dan calon wakil presiden yang kurang populer dan memiliki elektabilitas rendah, Anang yakin bahwa mereka akan mengeluarkan upaya yang lebih besar untuk memenangkan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif pada pemilu mendatang. Selain harus memperkenalkan calon yang kurang populer dan memiliki elektabilitas rendah dalam pemilihan presiden, mereka juga memiliki tugas untuk memenangkan pemilihan legislatif agar tidak terdepak dari pemilu berikutnya.

















