“Jokowi dan para relawan belum mengunci satu nama calon presiden. Oleh karena itu, masih memungkinkan bagi Jokowi untuk melakukan lobi kepada berbagai partai politik dan calon presiden. Jika kita melihat konstruksi calon presiden yang ada, sebenarnya tiga nama dari Musra tersebut menyempit menjadi dua nama, yaitu Prabowo dan Ganjar. Kedua nama tersebut memiliki elektabilitas yang tinggi, sedangkan Anies berada di pihak oposisi, sehingga namanya tidak muncul,” jelas Ujang.
Ujang melihat bahwa dalam konteks lobi politik, Jokowi akan melakukan lobi kepada Megawati terkait Ganjar, sementara untuk Prabowo, Jokowi akan melakukan lobi langsung kepada Prabowo sendiri. “Pertanyaannya adalah apakah Jokowi akan mendukung tiga nama atau dua nama yang sedang ramai menjadi calon presiden. Kemungkinan besar, Jokowi akan melakukan lobi kepada keduanya,” tambahnya.
Menurut Ujang Komarudin, seorang pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, ia menilai Mahfud MD memiliki peluang lebih besar dibandingkan dengan kandidat lainnya sebagai calon wakil presiden yang dihasilkan dari Musyawarah Rakyat (Musra). Dalam rekomendasi calon wakil presiden dari Musra, terdapat nama Mahfud MD, Ketua Umum Kadin Arsyad Rasyid, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno.

















