“Saat ini, Projo dan Bara JP yang memiliki kekuatan yang cukup besar masih belum mengungkapkan dukungannya seperti Joman, yang telah menyatakan dukungannya terhadap sosok calon presiden. Saya menduga Projo dan Bara JP akan berperan dalam menentukan arah dukungan Jokowi,” jelasnya.
Arifki melihat bahwa koalisi saat ini masih dalam keadaan dinamis. Pembahasan koalisi masih dilakukan untuk mencari sosok calon wakil presiden yang tepat dan mengarah pada kemenangan.
“Saya juga melihat adanya pembahasan koalisi hari ini untuk menentukan calon wakil presiden, apakah Airlangga atau Cak Imin. Ini adalah dinamika di tingkat partai politik menjelang pendaftaran pada bulan Oktober. Selain itu, koalisi perubahan juga masih mungkin kehilangan satu partai. Oleh karena itu, perombakan format koalisi ini masih mungkin berubah,”
Menurut Ujang Komarudin, seorang pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, kehadiran Jokowi dalam acara Musyawarah Rakyat (Musra) merupakan bentuk dari wadah politiknya dalam membangun kekuatan politik. Sebagai sosok yang tidak memiliki kekuatan dalam struktur partai, Jokowi menggunakan Musra sebagai sarana untuk memainkan peran politiknya.

















