Jokowi Akan Bisiki Pilihan Capres-Cawapres jika Koalisi Rampung, Prediksinya?

banner 120x600
banner 468x60

“Ketika Jokowi bukanlah ketua umum partai dan tidak memiliki kekuatan sebagai ketua umum partai, maka ia menggunakan Musra sebagai permainan politik. Ini merupakan bagian dari upaya Jokowi dalam membangun kekuatan politik. Jokowi ingin menunjukkan bahwa meskipun ia bukanlah ketua umum partai, namun ia tetap ingin menjadi pengambil keputusan dalam konteks pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden,” kata Ujang Komarudin kepada Liputan6.com pada Senin (15/5/2023).

banner 325x300

Sehubungan dengan hal itu, tiga nama yang muncul dalam rekomendasi Musra dianggap sebagai sosok yang berada di lingkaran Jokowi. Nama-nama tersebut dipandang sebagai individu yang dapat melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan oleh Jokowi. “Saya melihat bahwa ketiga nama yang diusulkan tidaklah aneh atau mengejutkan,” tambahnya.

Meskipun demikian, Ujang Komarudin, sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, berpendapat bahwa Jokowi belum mengunci satu nama calon presiden yang akan didukung dalam Pilpres 2024. Proses lobi politik masih akan terus dilakukan kepada berbagai pihak, termasuk partai politik dan calon presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *